Setelah Pak Sodik Selesai Mengajar
Fiksi mini berikut ini berbasis cerita nyata, kejadian ketika penulis menjadi observer guru mengajar dalam rangka pendampingan individu (PI) ke-4. Guru yang berpraktik adalah Pak Sodiq Eko Rusianto, CGP Angkatan 9. Beliau mengajarkan materi tentang jantung manusia di kelas 8 SMPN Rejosari, Kec. Megangsakti.
Setelah Pak Sodik Selesai Mengajar
Oleh: PakDSus
“Duh, malu aku, Sis,” bisikku kepada Siska. Siska itu teman sebangkuku.
“Malu kenapa, Nit?” balas Siska penasaran.
“Pak Eko membaca tulisan di kursiku, Sepuh FF!” bisikku lagi.
“Pak Eko yang tadi duduk di sampingmu mengamati kita belajar?” tanya Siska meyakinkan.
“Iya,” jawabku pendek.
“Hua ha ha ha …!”
Tanpa kuduga, Siska malah tertawa.
“Anjrit! Kamu malah ketawa, Sis! Asem, kamu. Ngeledek, ya!” balasku sambil mengejar Siska yang mengelak ketika lengannya akan kupukul. Bukan pukul beneran kayak orang mau berantem, sih. Tapi Siska berlari menghindar sambil tertawa-tawa.
Karuan saja, teman-teman sekelasku yang berjumlah enam belas orang saling berpandangan. Ada apa aku berkejaran dengan Siska, mungkin itu yang ada di dalam pikiran mereka.
Sementara, guru IPA dan sang pengamat masih di dalam berbicara empat mata. Tampak hape Pak Sodik merekam momen mereka berbincang. Aku tidak tahu apa yang mereka perbincangkan.
Yang aku tahu, baru saja aku belajar tentang peredaran darah dan detak jantung menggunakan LMS dan LKPD secara berkelompok.
Tidak lama kemudian, guruku dan temannya yang mengamati kami belajar tadi sudah selesai dan berjalan keluar. Mereka berjalan beriringan. Ketika Pak Eko yang duduk dekat kursiku berjalan melewati kerumunan kami, ia berhenti sebentar.
“Kalian murid-murid hebat. Terima kasih pengalaman belajarnya tadi, ya!” kata Pak Eko, teman Pak Sodik.
“Iya, Pak!” jawab kami serempak.
Tiba-tiba teman Pak Sodik itu berhenti di depanku, lalu ….
“Sepuh FF,” katanya.
Kata-kata Pak Eko diikuti gelak tawa teman-teman.
“Ih, bukan aku yang nulis, Pak!” teriakku membela diri.
Tulisan “Sepuh FF” dihiasi gambar abstrak ada di kursi yang aku duduki. Ih, sempat-sempatnya sih teman Pak Sodik itu membaca tulisan di bangku di bawah rokku?
Mungkin ia membaca ketika aku diberi tugas oleh pak guru untuk bergerak-gerak. Berlari di tempat untuk dihitung denyut nadi kami dan dibandingkan dengan sebelum melakukan akitivitas. Begitulah perintah dalam LKPD yang Pak Sodik berikan.
Sebentar lagi bel pulang, aku dan teman-teman kembali ke kelas. Sebelum Pak Sodik kembali, aku menawarkan tantangan.
“Hei, siapa pun kalian yang nulis “Sepuh FF” di kursi aku, besok sore kita cari sinyal dan lawan aku main FF. Tapi awas, ya. Kalau kalian kalah harus membayarku 50 diamonds!”
“Siapa takuuuuut …!” balas teman-temanku.
Kami kembali ke tempat duduk ketika dari kejauhan Pak Sodik berjalan menuju ke kelasku.
Musi Rawas, 30 Januari 2024
PakDSus