Tour Sulung 345
Sulung memanggil melalui Whatsapp. Seperti biasa, panggilan suara diubah menjadi panggilan video. Ada yang tidak biasa dengan latar belakang dirinya. Sekilas ada perempuan paruh baya melintas. Kami mengenalnya dengan baik.
“Mamas di mana, kok ada Bu De di situ?” tanya kami.
Rupanya ia sedang di Cirebon, di rumah keponakan kami. Yang cukup mengagetkan, ia mengendarai motor dari Bandung. Jarak sekitar 130 hingga 145 kilometer lumayan melelahkan jika ditempuh dengan kendaraan roda dua.
Namun itulah kendaraan yang dimilikinya. Motor Honda Verza warna merah dengan plat motor Sumatera Selatan sengaja saya kirim ke Jawa untuk keperluannya hilir mudik.
Dari ceritanya, ia akan melanjutkan ke Semarang keesokan hari. Jarak Cirebon ke Semarang lebih jauh dibandingkan jarak Bandung ke Cirebon. Jika ditempuh melalui jalan tol saja jaraknya sekitar 240-an kilometer, apalagi ditempuh dengan kendaraan roda dua. Tentu lebih jauh lagi. Di internet saya ketahui jaraknya sekitar 250-an kilometer.
Sampai di Semarang, kembali ia menghubungi kami. Kali ini ia sudah bersama adiknya nomor dua. Mereka terlihat sedang berada di rumah keponakan kami, kakak dari keponakan yang tinggal di Cirebon.
Kami hanya bisa berpesan, istirahat yang cukup.
Keesokan malam ia berangkat ke Purwokerto. Foto motor di depan rumah yang lampunya masih dinyalakan dikirimnya sebagai bukti.

Motor bernomor polisi BG XXXX GAA bertengger di depan rumah adik ipar saya yang bungsu. Rumah itu adalah rumah warisan orang tua istri saya.
Saya tidak banyak bertanya jalur mana yang ia lalui. Yang jelas, jarak Semarang Purwokerto sekitar 200-an kilometer.
Setelah menginap di rumah bibi bungsunya, Bagus melanjutkan perjalanan ke banjarnegara. Sebenarnya masih ada beberapa tempat lagi yang bisa ia kunjungi. Namun ia memilih dua saja, Banjarnegara dan tentu saja Gombong, kota kelahiran ayahnya, he he.

Setelah beristirahat di rumah keponakan di Banjarnegara, Bagus melanjutkan perjalan ke Gombong. Tengah hari ia sampai di rumah keluarga kami di Gombong. Rumah tempat saya bersama keenam adik dibesarkan kedua orang tua kami.
Sempat berpesan kepada adik agar menasihati si sulung agar menginap dulu baru pulang ke Bandung. Adik pun mengiyakan. Hari Senin, 18 Oktober 2021 saya mendapat kabar Bagus sudah di Bandung lagi. Berangkat dari Gombong pukul 7 pagi. Sampai di Tasikmalaya pukul 10, kemudian beristirahat. Pukul 7 malam ia melanjutkan perjalanan dan sampai di Bandung sebelum pukul 22.00.

Cukup melelahkan. Saya salut dengan kemampuannya membagi waktu dan tenaga. Sebagai buruh ia tidak boleh bolos. Untungnya ia bekerja secara remote. Buruh dengan jam kerja 7 jam sehari dan 40 jam seminggu dan dikerjakan secara remote itu ia lakoni sambil melakukan perjalan darat dengan kendaraan roda dua.
Terima kasih Mas Bagus, Sulung 345, alias BAS, alias Bagus Aji Santoso. Adikmu, saudaramu, dan saudara-saudara orang tuamu kamu sambangi. Semoga sehat selalu.
Musi Rawas, 20 Oktober 2021