artikel

Cahayu Eka Putri (1)

Kabar tentangmu Yang Kung terima sejak HGN (Hari Guru Nasional), 25 November 2023. Ayahmu memberi kabar bahwa besok (26/11) ibumu akan kontrol, memeriksa kondisimu dan kondisi fisiknya.

Lalu, tanggal 27 Desember 2023, kembali ayahmu memberi tahu bahwa kedua orang tuamu sedang di rumah sakit. Ayahmu mengabarkan bahwa kamu akan dilahirkan secara caeesar, karena placentamu ada di bawah. Dijadwalkan, lahiran tanggal 1 Desember, hari Jumat.

Kami sekeluarga menunggumu dengan harap-harap semas. Ya, jarak yang sangat jauh memisahkan kita sehingga kami hanya bisa berdoa.

“Bismillaah, semoga cucu kami Engkau lahirkan dengan selamat ya, Allaah.” Kami melangitkan doa karena hanya Dia yang Maha segalanya.

Jumat pagi, 1 Desember, pagi-pagi kedua orang tuamu berangkat ke rumah sakit. Ya, karena sejak jam sepuluh ibumu harus berpuasa sebelum kamu dilahirkan dengan cara operasi.

Pukul 14.00, Ibu Asha sudah masuk ruang periksa dan pukul 3 sore akan masuk ke ruang operasi.

Percakapan WA di grup keluarga selalu kami pantau. Pukul 16.23 kami mendapat kabar bahwa operasinya ngantre. Banyak, ya, ibu-ibu yang melahirkan dengan cara operasi pada hari yang sama?

Eyang putrimu tidak hentinya berdoa dan mengingatkan ayahmu agar ibu dan ayahmu selalu berdoa dan berzikir.

Dua jam tidak ada kabar di kolom pesan. Nah, pada pukul 19.38 ayahmu mengirimkan fotomu dan memberi keterangan: Halo eyang kakung, eyang putri, om abang, tante iwi, tante anit. Alhamdulillaah sudah lahir dengan selamat. Langsung nangis. Karena BB nya pas di batas normal, jd di observasi dulu malam ini.

Kami semua bersyukur. Kamu lahir dengan selamat. Meskipun untuk sementara kamu harus terpisah dengan ibumu karena harus di ruang observasi.

Keluarga besar yang mendengar kabar baik ini mengirimkan ucapan selamat. Sama seperti kami, kedua Eyangmu, mengucapkan selamat kepada anak sulung kami dan istrinya.

“Selamat, sudah menjadi ayah dan ibu untuk puteri cantikmu.”

Hari kedua, kami mendapat kiriman fotomu. Huh, makin tidak sabar kepengin menengokmu. Namun, tuntutan pekerjaan membuat kami belum bisa menemuimu.

“Neng kecil, tunggu kami, ya!”

Aku memanggilmu Neng Kecil. Ibu Asha, ibumu, kami mengenalnya dengan panggilan Neng. Kakek dan nenekmu di Jwa Barat biasa memanggil Neng untuk anak gadisnya. Karena kamu belum diberi nama, maka kami memanggilmu dari kejauhan dengan panggilan Neng Kecil.

“Selamat datang, Neng Kecil. Bulan Desember menjadi bulan istimewa karena pada bulan ini kamu, ayahmu, dan Eyang Putrimu berulang tahun. Kamu tanggal satu, ayahmu tanggal 4, dan Eyang Putrimu genap lima puluh dua tahun pada tanggal 7.”

Musi Rawas, 12 Desember 2023
Salam dan Bahagia
PakDSus (Kakek baru sejak tanggal 1)

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

4 thoughts on “Cahayu Eka Putri (1)

  • N. Mimin Rukmini

    Alhamdulillah! Wilujeng Pak! Moga Neng Kecil jadi anak solehah sprt ibu, bapaknya. Tulisan Maren dari Mbah, yah! Mantap, poko e!!! Barokallah

  • Cerita Nadhira cucu dari Bunda Telly, ada temannya, nih….
    Neng Kecil dari Pak Susanto.

    Cerita menarik untuk cucu versi Eyang Kakung
    Pakai sudut pandang orang kedua. Keren
    Salam untuk Neng Kecil, semoga sehat selalu.

Comments are closed.