artikel

Cahayu Eka Putri (2)

Mungkin karena jarak kita yang jauh, Neng Kecil, membuat kakekmu merasa rindu apabila ayahmu tidak mengirimkan foto atau melakukan panggilan video kepada kami.

Oleh karena itu, foto yang ayahmu kirimkan kusimpan dalam folder. Pun ketika ia melakukan panggilan video, tanpa sepengetahuannya gambar di layar kutangkap dan dijadikan foto tangkapan layar agar kami lebih puas memandangmu jika panggilan video dari ayahmu berakhir.

Tanggal 7 Desember 2023, hari Kamis, Eyang Putrimu genap berusia 52 tahun. Kami bersyukur, pada usia lima puluh dua sudah berhasil memilikimu. Ya, karena Nenek Betino (sebutan dalam bahasa Melayu Rawas untuk seorang nenek) melahirkan ayahmu pada usia 23 tahun.

Beda dengan Eyang Buyutmu (almarhum) dari pihak ayah, beliau melahirkanku pada usia tujuh belas tahun. Oleh karenanya, beliau memiliki cucu pertama pada usia 40 tahun.

Selamat ulang tahun untuk istriku tercinta, Eyang Putri dari si Neng kecik. Semoga panjang umur, berkah barokah dalam setiap langkah. ❤️❤️❤️

Eyang putri merasa sangat bahagia ketika kamu memberikan ucapan selamat dan doa melalui ayahmu.

Selamat ulang tahun eyang putri. Semoga sehat terus, panjang umur, bisa sering ketemu eyang.

Cahayu (Foto kiriman ayahnya)

Pada hari Jumat pagi, tanggal 8 Desember, kami memberi salam melalui WA.

Assalamualaikum wr wb. Semoga kalian sehat2 semua.

Ayahmu menjawab.

Alhamdulillah sehat. Di rumah gimana?

Kami membalas.

Akbar sehat.

Pamanmu, Om Akbar, kami kabarkan sehat. Sengaja tidak menjawab dengan kata ‘kami’.

Langsung ayahmu membalas dengan pertanyaan.

Ibune?

Yang Kung, kakekmu ini, berterus saja membalas dengan mengirimkan foto disertai keterangan: nengok IGD sebentar.

Nengok IGD dan akhirnya istirahat di kamar perawatan (Dok. Pribadi)

Sesudah subuh pada Jumat pagi Eyang Putri merasakan lemas. Kehilangan ‘bayu’ kata orang Jawa. Badan bagai tidak bertulang sehingga untuk sekadar duduk saja tidak mampu. Oleh karena itu, beliau Yang Kung bawa ke IGD RSSA (Rumah Sakit Siti Aisyah) Lubuklinggau.

Pada hari yang sama, kami mendapat kabar dari ayahmu bahwa keluarga ibumu sedang memasang bubur, bubur merah putih. Kata ayahmu, hidangan berupa bubur beureum (bubur merah) dan bubur bodas (bubur putih) akan dibagikan kepada para tetangga.

Bubur beureum (bubur merah) dan bubur bodas (bubur putih) (Foto kiriman ayah Cahayu)

Eyang yang orang Jawa lalu berselancar di internet. O, rupanya pada hari ketujuh ayahmu memberi nama dan kakek dan nenekmu di Cicurug memasakkan bubur merah dan putih lalu dihidangkan pada piring kecil untuk dibagikan ke tetangga. Pada saat itu juga diumumkan namamu.

Eyang mendapat pengetahuan bahwa bubur merah dan putih dalam adat Sunda diuat dan diberikan kepada tetangga salah satunya pada saat memberi nama seorang bayi dan atau mengganti nama seseorang.

Oleh karena itu, terdapat pertanyaan di kalangan masyarakat Sunda Priangan “geus ngabubur beureum jeung ngabubur bodas atawa acan? [sudah membuat bubur merah atau bubur putih atau belum?] pertanyaan ini umumnya muncul ketika menanyakan nama seorang bayi yang baru berumur harian atau dilontarkan kepada seseorang yang mengganti namanya. (https://dadanrusmana.wordpress.com/2011/02/03/bubur-merah-dan-bubur-putih/)

Keluarga sang bayi, umumnya orang tuanya, membagikan kedua jenis bubur ini untuk menunjukkan bahwa bayi mereka telah diberi nama. Nah, mulai hari ini Neng kecilku sudah diberi nama.

Nama cucuku (Foto kiriman ayah Cahayu)

Hmm, berarti hari ini Eyang tidak lagi memanggilmu Neng Kecil atau Neng Kecik lagi, dong.

“Kami memanggilnya Neng Caca atau Neng Ayu?” tanyaku kepada ayahmu.

“Neng Ayu aja,” jawab ayahmu.

Dua kata di belakang nama Cahayu adalah nama ibumu (Asha Aprilia Putri), nama bibi anak Eyang Sumartono (Adiyanti Eka Putri), dan nama bude anak Eyang Ipong (Putri, panjangnya lupa), nama Eyang (Istri Eyang bungsu). Banyak nama putri dalam keluarga besar kita ya, Neng?

Nah, Neng Ayu, tunggu kami datang, ya! Selesai membagikan buku rapor, Insya Allah kami datang menemuimu. Menghadiri upacara aqiqah sebagai salah satu kewajiban orang tuamu terhadap anaknya.

Sehat selalu ya, Neng!

Musi Rawas, 14 Desember 2023
Salam dan Bahagia
PakDSus

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

2 thoughts on “Cahayu Eka Putri (2)

  • Bahagia dan berkaca-kaca membacanya pak d.

  • Alhamdulillah, selamat untuk nama barunya Neng Kecil.
    Salam sehat untuk eyang putrinya Neng Ayu.

Comments are closed.