Kelas 6 Tema 2 Subtema 1 Pembelajaran 3
Salam sejahtera, Anak-anak.
Masih di Tema 2 Subtema 1, Pembelajaran 3.
Materi di blog ini, silakan kalian baca dengan keras, lalu salin di bukumu. Jika ada tugas atau soal latihan silakan dikerjakan!
Mari kita mulai!
Pada pelajaran sebelumnya sudah kita pelajari tentang penyesuaian atau adaptasi makhluk hidup. Ada makhluk hidup yang menyesuaikan diri dengan perubahan bentuk dan alat tubuh, disebut adapatasi morfologi. Tumbuhan yang menyesuaikan diri terhadap lingkungan dengan cara menyesuaikan fungsi alat tubuhnya dinamakan adaptasi fisiologis. Sedangkan adaptasi tingkah laku pada tumbuhan merupakan penyesuaian diri yang ditunjukkan dengan tingkah lakunya terhadap lingkungan.
Mari kita pelajari apa saja bentuk penyesuaian diri tumbuhan dan hewan.
Penyesuaian Diri Makluk hidup
Penyesuaian diri tumbuhan
- Kantong Semar
Tanaman ini memiliki ujung daun berbentuk kantong. Dari dalam kantong mengeluarkan bau yang menarik serangga. Saat serangga datang, kantong semar akan menutup dan mengambil nitrogen dari tubuh serangga.
- Tumbuhan Venus
Tumbuhan ini juga pemakan serangga. Saat serangga menyentuh bulu-bulu daun, daun akan mengatup dan serangga dicerna untuk diambil nitrogennya.
- Kaktus
Tanaman ini hidup di tempat kering. Daunnya berbentuk jarum, batangnya tebal dan permukaannya berlapis lilin untuk mengurangi penguapan.
- Tumbuhan Raflesia
Bunga raflesia tidak memiliki klorofil, ia hidup sebagai parasit di tumbuhan lain. Bunga ini mengeluarkan bau busuk untuk menarik serangga sehingga membantu proses penyerbukan. Bunga raflesia juga memantulkan cahaya untuk memandu kedatangan serangga.
- Putri Malu
Tanaman ini akan mengatupkan daunnya jika disentuh. Duri-duri tajam akan terlihat untuk melindungi diri dari musuh.
- Mawar
Tanaman ini memiliki bentuk dan warna bunga yang menarik serangga. Mawar memiliki duri di batangnya untuk melindungi diri dari musuh.
- Teratai
Bunga ini hidup di permukaan air. Akarnya ada di dasar air. Batangnya berongga untuk membantu pernafasan. Daunnya lebar untuk mempercepat fotosintesis.
Penyesuaian diri Hewan
- Cecak
Hewan ini memiliki kaki perekat untuk membantu merayap di dinding. Cecak memiliki kemampuan autotomi yaitu memutuskan ekornya. Tujuannya untuk mengelabuhi musuh.
- Itik
Hewan ini memiliki kaki berselaput untuk berjalan di lumpur dan berenang. Bulunya berlapis minyak, sehingga tidak basah ketika terkena air. Mulut itik berbentuk sudu untuk mencari makanan di air.
- Burung Hantu
Hewan ini memiliki penglihatan dan pendengaran yang tajam untuk berburu.
- Kelelawar
Memiliki kemampuan ekolokasi, yaitu kelelawar mengeluarkan bunyi frekuensi tinggi (ultrasonik) yang memantul kembali ketika mengenai benda. Dengan pantulan tersebut kelelawar bisa memperkirakan keadaan di sekitarnya.
- Bunglon
Hewan ini memiliki kemampuan mimikri yaitu merubah warna kulit sesuai lingkungan di sekitarnya. Bunglon juga memiliki lidah yang panjang untuk menangkap mangsa.
- Unta
Punuk unta berfungsi untuk menyimpan lemak sebagai cadangan makanan. Unta juga memiliki telapak kaki yang tebal untuk menahan panas, dan kaki yang panjang untuk berjalan di padang pasir.
- Cumi-cumi
Cumi-cumi mempunyai banyak pola warna tubuh untuk menarik mangsa. Ia juga bisa merubah warna sesuai lingkungan untuk menghindari pemangsa. Cumi-cumi mengeluarkan tinta saat terancam untuk melarikan diri.
- Siput
Hewan ini bertubuh lunak, saat terancam ia akan memasukkan tubuh ke dalam cangkang sebagai pertahanan diri.
- Kumbang
Kumbang memiliki sayap dan kulit tubuh yang keras untuk mencegah pemangsa memakan tubuhnya.
Lihat gambar dari masing-masing makhluk hidup di atas.
Manfaat Hewan dan Tumbuhan bagi manusia
Hewan merupakan makhluk hidup yang banyak dimanfaatkan untuk keperluan hidup manusia. Hewan dapat digunakan sebagai bahan pangan (makanan), sandang (pakaian), obat-obatan, perhiasan dan kerajinan, membantu pekerjaan manusia dan percobaan/penelitian. Berikut ini adalah contoh-contohnya.
A. Manfaat hewan bagi manusia
1. Hewan sebagai bahan pangan (makanan), hewan-hewan yang biasa dijadikan bahan makanan terutama daging, susu, dan telurnya misalnya ayam, kambing, sapi, domba, kerbau, burung
2. Hewan sebagai bahan sandang (pakaian), bahan pakaian (baju, sepatu, sandal, ikat pinggang, tas) banyak yang diambil dari hewan tertentu seperti ulat sutera, kulit kambing, kulit kerbau, kulit sapi.
3. Hewan sebagai bahan obat-obatan, misalnya cacing, kadal, biawak, ular, kelelawar dan sebagainya.
4. Hewan sebagai bahan perhiasan dan kerajinan, misalnya ayam, angsa, ular, buaya, kerang, penyu, kupu-kupu, sapi, kerbau dan kambing.
5. Hewan yang digunakan untuk membantu pekerjaan manusia, kuda, kerbau, sapi, anjing, keledai, unta, burung merpati, lumba-lumba, dan gajah.
6. Hewan yang digunakan untuk percobaan/penelitian, misalnya kelinci, tikus, domba, monyet, lalat buah, nyamuk, dan marmut.
B. Manfaat Tumbuhan bagi Manusia
1. Sebagai bahan makanan, banyak makanan dan sayuran yang kita makan berasal dari tumbuhan seperti padi, jagung, ketela pohon, ubi, buah-buahan dan sayuran.
2. Sebagai bahan untuk membangun rumah dan perabot rumah tangga, tumbuhan tententu sering dijadikan sebagai bahan untuk membuat bangunan, alat rumah tangga, perabot bahkan kendaraan.
3. Bahan pembuat kain untuk keperluan membuat pakaian atau kain seperti rami, serat kayu tertentu.
4. Bahan pembuat obat, tumbuhan seperti kunyit, brotowali, kumis kucing, sereh, sirih, jahe, temulawak, jambu batu, mengkudu, dan sebagainya.
5. Sebagai penghasil oksigen, banyak tumbuhan di tanam di lingkungan sekitar, sehingga kita merasakan kesejukan yang ditimbulkan oleh oksigen dari tumbuhan yang berfotosintesis.
6. Penyerap karbondioksida, udara yang mengandung karbondioksida diserap oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis sehingga udara menjadi lebih segar.
C. Manfaat Hewan bagi lingkungan
1. Menjaga keseimbangan lingkungan, diantara hewan ada yang pemakan tumbuhan dan ada pemakan hewan lain. Dalam satu ekosistem akan terjadi proses keseimbangan dimana hewan satu pemakan hewan lain seperti berkembangnya katak akan menghambat perkembangan nyamuk, berkembangnya tikus sawah akan terhambat jika populasi ular terjaga.
2. Menjaga kesuburan tanah, hewan-hewan seperti cacing dan jangkrik selalu membuat lubang atau sarang di tanah sehingga oksigen akan mudah masuk ke dalam tanah akibatnya tanah semakin gembur dan menguntungkan bagi tumbuhan.
3. Menghasilkan bahan penyubur tanaman berupa pupuk dari kotoran hewan
D. Manfaat Tumbuhan bagi lingkungan
1. Tumbuhan sangat bermanfaat bagi lingkungan terutama sebagai penghasil oksigen dan menyerap karbondioksida.
2. Sebagai bahan makanan bagi hewan dan manusia
3. Tempat bersarang dan tempat hidup bagi hewan-hewan tertentu
4. Mencegah longsor dan memelihara kemampuan tanah dalam menyerap air
Anak-anak, keindahan bunga dan tumbuhan lain bisa dibuat sebuah puisi.
Kalian masih ingat tentang puisi bukan? Coba kalian perhatikan puisi berikut ini!
Bunga dan Kumbang
Pagi hari ini
Bunga kembang mekar berseri
Disapa lembut cahaya mentari
Hingga tumbuh bersemi kembali
Kelopak lama berguguran jatuh
Diterpa angin dengan teduh
Yang mekar tak kenal lusuh
Sejak kembang di waktu subuh.
Kumbang pun singgah karena tergoda
Sambilkan menghisap sari bunga
Menyerbuk nektar memupuk asa
Harum bunga dan warna daun mahkota
Bagaimana tidak kumbang tertarik
Meski mentari sepanas terik
Harummu amat nikmat memekik
Hingga singgah hinggap memetik
(Sumber: https://rimbakita.com/puisi-bunga/)
Berlatih memparafrase sebuah puisi menjadi prosa
- Bacalah puisi berikut berkali-kali hingga kamu paham akan isinya!
- Tambahkan kata-kata atau tanda baca-tanda baca yang sengaja dihilangkan penyairnya. Ingat, penambahan kata-kata atau tanda baca harus sesuai dengan pemahamanmu terhadap isi puisi. Penambahan kata-kata atau tanda baca ditulis dalam tanda kurung.
- Ubahlah puisi (beserta kata-kata dan tanda baca yang telah kamu tambahkan tadi) ke dalam bentuk prosa
Puisi
Karangan Bunga
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu Datang ke Salemba
Sore itu
“Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati siang tadi”.
Karya: Taufiq Ismai
Pada puisi tersebut terdapat bagian-bagian yang sengaja dihilangkan oleh pengarangnya. Tugas kita sekarang adalah mengembalikan bagian-bagian yang dihilangkan oleh pengarangnya tersebut. Mari kita tambah dengan kata-kata dan tanda baca yang sesuai.
Contoh parfrase dari puisi di atas.
Karangan Bunga
(Ada) tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu(,)
Datang ke Salemba (pada) sore itu(.)
(Mereka berkata sambil menyerahkan sebuah karangan bunga(.)
”Ini dari kami bertiga(,)
Pita hitam pada (sebuah) karangan bunga(.) Kami serahkan ini(,) sebab kami ikut berduka bagi kakak (kami) yang ditembak mati
(pada) siang tadi”.
Prosa yang sudah jadi
Karangan Bunga
Ada tiga anak kecil yang datang dengan dalam langkah malu-malu. Mereka datang ke Salemba pada sore itu. Mereka berkata sambil menyerahkan sebuah karangan bunga.
”Ini dari kami bertiga, pita hitam pada sebuah karangan bunga. Kami serahkan ini, sebab kami ikut berduka bagi kakak kami yang ditembak mati pada siang tadi”.
Nah, sekarang kalian sudah bisa membuat prosa dari sebuah puisi dengan cara memparafrasekan.
Untuk Guru
Ilmu Pengetahuan Alam
3.3 Menganalisis cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Bahasa Indonesia
3.4 Membandingkan karakteristik teks puisi dan teks prosa
Sumber IPA:
- https://akusiapusbn.blogspot.com/2019/08/materi-ipa-kd-33-adaptasi-dan-manfaat.html