
Memaknai Sila Ketiga Pancasila
Pernahkan Anda membuka dan membaca Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 1951 tentang Lambang Negara? Pada pasal 4 Peraturan Pemerintah tersebut terdapat penjelasan bahwa di tengah-tengah perisai yang tergantung pada leher burung Garuda terdapat garis hitam tebal yang melukiskan garis khatulistiwa. Pada perisai tersebut terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar Panca Sila (pada peraturan pemerintah tersebut kata Panca dan Sila ditulis terpisah). Kelima dasar Panca Sila tersebut yaitu:
- Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa terlukis dengan Nur Cahaya di ruangan tengah berbentuk bintang yang bersudut lima.
- Dasar Kerakyatan dilukiskan Kepala Banteng sebagai lambang tenaga rakyat.
- Dasar Kebangsaan dilukiskan dengan pohon beringin, tempat berlindung.
- Dasar Peri Kemanusiaan dilukiskan dengan tali rantai bermata bulatan dan persegi.
- Dasar Keadilan Sosial dilukiskan dengan kapas dan padi, sebagai tanda tujuan kemakmuran.
Sebelumnya, saya sudah menulis tentang memaknai sila pertama dan kedua Pancasila. Sebagai kelanjutannya, tulisan ini mengupas tentang makna sila ketiga dan bagaimana memaknai sila tersebut dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Hewan dan tumbuhan, sebagai makhluk hidup selain manusia, memiliki anatomi dan karakteristik yang berbeda. Kerap kali, anatomi dan karakteristik tersebut dijadikan simbol atau penanda tertentu. Setiap orang bebas menafsirkan simbol-simbol tersebut. Demikian pula dengan pohon beringin.

Pohon Beringin Lambang Sila Ketiga Pancasila
Beringin (Ficus benjamina dan beberapa jenis (genus) Ficus lain dari suku ara-araan atau Moraceae), yang disebut juga waringin atau (agak keliru) ara (ki ara, ki berarti “pohon”), dikenal sebagai tumbuhan pekarangan dan tumbuhan hias pot (Wikipedia).
Beringin, pohon besar dengan tajuk bulat dan melebar, sering dimanfaatkan sebagai pohon peneduh di taman-taman kota atau di alun-alun. Pohon itu pun dijadikan pelindung bagi manusia dan hewan dari teriknya matahari. Beringin memberi banyak oksigen pada siang hari. Oleh karena itu, udara di sekitar tanaman menjadi lebih sejuk dan segar.
Pohon beringin mampu tumbuh hingga 25 meter dan ukuran batangnya saja bisa mencapai diameter 2 meter, memiliki akar yang terus tumbuh. Itulah mengapa jika menanam pohon beringin, orang memilih tempat yang luas, misalnya lapangan atau alun-alun. Hal itu dilakukan agar tidak merusak bangunan yang ada di dekatnya. Meskipun demikian, akar beringin dapat menyerap air lebih banyak karena memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan air lebih baik dibanding pohon lain. Penyebabnya adalah ia tidak hanya memiliki akar di dalam tanah, tapi juga akar gantung di permukaannya. Tidak mengherankan jika pohon beringin menjadi sumber pasokan air bersih tambahan.
Tepatlah kiranya jika para pendiri bangsa melukiskan dasar kebangsaan dengan pohon beringin. Pohon yang besar, kuat, dan dapat berfungsi sebagai tempat berlindung. Pancasila sebagai dasar negara diibaratkan sebagai peneduh bangsa Indonesia untuk berlindung dan merasa aman. Akar tunggang pohon beringin yang kuat, menggambarkan persatuan Bangsa Indonesia. Sedangkan sulur-sulurnya melambangkan suku, keturunan, dan agama yang berbeda-beda di Indonesia.
Di sinilah kata kuncinya, yakni berbeda-beda. Baik sila pertama, kedua, maupun ketiga selalu dihubungkan dengan kebhinnekaan. Meskipun berbeda-beda, bangsa Indonesia tetap bersatu. Mereka bersatu di bawah lambang Pancasila.
Pengamalan Pancasila Sila Ketiga
Makna yang terkandung dalam sila ketiga yang dilambangkan dengan pohon beringin, tetaplah hanya uraian makna. Jika bangsa yang majemuk ini tidak mengamalkannya. Banyaknya perbedaan diyakini sebagai salah satu kekuatan karena keragaman akan memperkaya budaya bangsa. Namun, perlu disadari bahwa perbedaan yang ada dan keragaman yang menjadi fitrah bangsa sangan rawan diperuncing oleh pihak-pihak yang tidak ingin bangsa ini kuat.
Oleh karena itu, sejak dini anak-anak harus ditanamkan kebiasaan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sila ketiga. Lalu, bagi kita yang dewasa selalu mengembangkan pengamalan Pancasila sila ketiga ini.
Dari perbedaan yang ada, kita mampu mengembangkan nilai-nilai sila Persatuan Indonesia dengan menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Sikap tersebut berimplikasi pada sikap sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan. karena kita cinta kepada tanah air dan bangsa, bangga berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
Oleh karena itu, mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika menjadi dasar untuk memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
Jika itu semua dapat dan memang harus kita lakukan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial akan terwujud.
Anda tidak sama dengan saya. Saya pun demikian memiliki banyak perbedaan dengan Anda. Namun apakah perbedaan itu akan membuat kita bermusuhan? Sangat tidak perlu.
Salam Persatuan Indonesia!

#HariKesaktianPancasil, #AISEIWritingChallenge, #Juni2021Challenge
Thanks for making me to obtain new suggestions about computer systems. I also hold the belief that certain of the best ways to keep your laptop computer in prime condition is by using a hard plastic-type case, as well as shell, that matches over the top of the computer. These kinds of protective gear usually are model targeted since they are manufactured to fit perfectly above the natural outer shell. You can buy them directly from the owner, or from third party sources if they are available for your mobile computer, however don’t assume all laptop can have a spend on the market. Yet again, thanks for your points.
Kurang lebih 680-an kata. Risetnya hanya beberapa kali membaca saja.
Untuk tulisan ini, berapa kata dan berapa lama risetnya Pak D?
Pak D pasti risetnya lama nih, selalu kagum dengan alur penulisannya saya suka. Terima kasih telah berbagi tulisannya Pak D.
kamu dan aku berbeda,..tp perbedaan itu tidaklah penting saat kita dihadapkan pada persoalan yang harus butuh penyelesaian bersama,..Sejujurnya aku ingin ada lagi mata pelajaran PSPB,.ada pembelajaran tentang GBHN, P4 dan UUD’45, Aku miris aja negeriku kok saiki agak “permisif”..jadi sekarang ya harus pandai bersikap terutama untuk diri sendiri dan semua yang ku cintai..apakah anda termasuk yang kucintai….
kamu dan aku berbeda,..tp perbedaan itu tidaklah penting saat kita dihadapkan pada persoalan yang harus butuh penyelesaian bersama,..Sejujurnya aku ingin ada lagi mata pelajaran PSPB,.ada pembelajaran tentang GHHN, P4 dan UUD’45, Aku miris aja negeriku kok saiki agak “permisif”..jadi sekarang ya harus pandai bersikap terutama untuk diri sendiri dan semua yang ku cintai..apakah anda termasuk yang kucintai….
Luar biasanya pemaknaannya pak D. Semoga semakin menyadarkan pentingnya persatuan dalam beragam perbedaan.
Ketika para suhu berkomentar
Wah, Suhu. Maafkan hamba.
Rugi bermusuhan dengan Pakde, Ilmu menulisnya luar biasa, izinkan hamba berguru kepadamu.