artikel

Modul Ajar Kokurikuler: Kelas Merdeka Berkarya

modul ajar
Ilustrasi modul ajar kokurikuler (Gambar: Dok. Pribadi, dibuat dengan Canva)

Penulis: PakDSus

Setiap menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, sekolah-sekolah biasanya berubah menjadi lebih semarak.

Bendera merah putih berkibar di setiap sudut. Umbul-umbul mulai terpasang. Aneka lomba pun dipersiapkan.

Namun, pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya, apakah kemeriahan itu sudah benar-benar menjadi pengalaman belajar bagi peserta didik? Atau jangan-jangan mereka hanya menjadi penonton atau sekadar mengikuti instruksi guru untuk menghias kelas?

Baca Juga: Merdeka: Merayakan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Kelas melalui Kokurikuler

Suasana menjelang 17 Agustus menyimpan potensi yang luar biasa sebagai ruang belajar. Anak-anak dapat belajar merancang sebuah karya, berdiskusi, membagi tugas, memecahkan masalah, memanfaatkan barang bekas, hingga menyelesaikan pekerjaan bersama teman-temannya.

Tanpa mereka sadari, di balik kegiatan membuat rantai merah putih, bunga kertas, atau menghias sudut kelas, mereka sedang menumbuh kreativitas, semangat gotong royong, dan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.

Berangkat dari pemikiran itulah modul ajar kokurikuler ini disusun. Kegiatan menghias kelas bukanlah aktivitas tambahan menjelang hari besar nasional. Kegiatan ini sebagai pembelajaran kokurikuler yang dirancang secara sadar, terstruktur, dan bermakna sesuai semangat Panduan Pembelajaran Kokurikuler Kemendikdasmen.

Selama dua minggu, peserta didik diajak mengalami proses belajar yang utuh. Memahami makna kemerdekaan, simbol-simbol warna, menemukan ide, merancang, berkarya, berkolaborasi, dan mempresentasikan hasil.

Pada akhirnya, mereka melakukan refleksi. Produk yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai penghias kelas dan menyemarakkan peringatan Hari Ulang tahun Kemerdekaan.

Akan tetapi, tujuan utamanya jauh lebih besar: membentuk peserta didik yang kreatif, mampu bekerja sama, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.

Baca Juga: Apakah Setiap Mata Pelajaran Ada Kokurikulernya?

Berikut, Contoh modul ajar yang dapat dimanfaatkan guru kelas satu sekolah dasar hingga kelas enam.

MODUL AJAR KOKURIKULER SD

Hias Kelas Merah Putih: Berkarya Bersama Menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

A. INFORMASI UMUM

Satuan Pendidikan : SD ………………………………

Fase : [isi Fas A, B, atau C]

Kelas : [isi dengan Kelas I, II, III, IV, V, atau VI]

Semester : Ganjil

Tahun Pelajaran : 2026/2027

Tema Kokurikuler: “Merah Putih di Kelasku, Indonesia di Hatiku”

Alokasi Waktu: 24 JP (2 minggu × 12 JP)

Pelaksanaan: 2 JP terakhir setiap hari menjelang Peringatan HUT Kemerdekaan RI.

B. RASIONAL

Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan momentum yang tepat untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus mengembangkan kreativitas peserta didik melalui pengalaman belajar yang autentik.

Pembelajaran kokurikuler tidak dimaksudkan sebagai tambahan mata pelajaran, melainkan pengalaman belajar lintas disiplin yang memungkinkan peserta didik mengalami proses berpikir, bekerja sama, berkarya, berefleksi, dan menghasilkan karya nyata.

Melalui proyek menghias kelas bernuansa merah putih, peserta didik tidak hanya membuat dekorasi, tetapi juga belajar:

  • merancang karya;
  • memilih bahan yang tepat;
  • memanfaatkan barang bekas;
  • bekerja dalam tim;
  • menyelesaikan masalah;
  • mengomunikasikan ide; dan
  • menumbuhkan kebanggaan terhadap Indonesia.

Produk yang dihasilkan bermanfaat sebagai penghias kelas agar makin indah dan membuat belajar menjadi nyaman. Lebih dari itu, dalam proses pembuatannya tumbuh karakter murid yang kreatif, mampu bekerja sama, dan memiliki semangat kebangsaan. Guru sebagai fasilitator kegiatan dalam rangka menumbuhkan karakter tersebut.

C. DIMENSI PROFIL LULUSAN YANG DIKEMBANGKAN

Kegiatan ini secara khusus mengembangkan tiga dimensi Profil Lulusan.

1. Kreativitas

Peserta didik mampu menghasilkan gagasan dan karya sederhana dengan memanfaatkan berbagai bahan di lingkungan sekitar.

2. Kolaborasi

Peserta didik mampu bekerja sama, berbagi tugas, saling membantu, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan kelompok.

3. Kebangsaan

Peserta didik menunjukkan rasa bangga terhadap identitas bangsa melalui penggunaan simbol, warna, dan nilai-nilai perjuangan dalam karya yang dihasilkan.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN KOKURIKULER [sesuaikan dengan kebutuhan Bapak dan Ibu]

Setelah mengikuti kegiatan selama dua minggu, peserta didik mampu:

  1. memahami makna peringatan Hari Kemerdekaan RI;
  2. mengemukakan ide dekorasi kelas sesuai tema;
  3. menyusun rancangan sederhana dekorasi kelas;
  4. memilih alat dan bahan yang sesuai;
  5. menghasilkan berbagai hiasan bertema merah putih;
  6. bekerja sama secara bertanggung jawab;
  7. menyelesaikan dekorasi kelas sesuai kesepakatan kelompok;
  8. mempresentasikan hasil karya;
  9. melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran.

E. PRODUK AKHIR

Setiap kelas menghasilkan: [sesuaikan dengan kegiatan Bapak dan Ibu Guru]

✓ Gapura kelas
✓ Pojok Kemerdekaan
✓ Hiasan gantung
✓ Bendera mini
✓ Rantai merah putih
✓ Bunga merah putih
✓ Poster Kemerdekaan
✓ Mading Kemerdekaan
✓ Pohon Harapan Indonesia
✓ Sudut Literasi Kemerdekaan
✓ Dekorasi pintu
✓ Dekorasi jendela

F. SARANA DAN BAHAN [sesuaikan dengan kegiatan Bapak dan Ibu Guru]

Kertas warna; Origami; Karton; Kardus bekas; Botol plastik; Sedotan; Kain flanel; Pita; Benang; Lem; Selotip
Gunting; Penggaris; Pensil warna; Cat poster; Kuas; Tali rafia; Bambu kecil; Barang bekas yang masih layak digunakan.

G. ALUR PEMBELAJARAN [sesuaikan dengan kelas Bapak dan Ibu]

1) Minggu Pertama

Pertemuan 1 (2 JP)

Guru mengajak peserta didik berdiskusi:
Mengapa kita memperingati Hari Kemerdekaan?
Mengapa warna merah putih digunakan?
Bagaimana agar kelas tampak semarak?

Peserta didik mengamati contoh dekorasi.

Mencatat ide.

Berdiskusi dalam kelompok.

Produk

Daftar ide dekorasi.

Pertemuan 2 (2 JP)

Merancang Dekorasi
Kelompok menentukan: tema, warna, letak dekorasi, jenis hiasan
Guru membimbing diskusi.
Produk
Sketsa dekorasi kelas.

Pertemuan 3 (2 JP)

Menyiapkan Bahan
Kelompok menginventarisasi bahan.
Memilah barang bekas.
Menentukan alat yang diperlukan.
Produk
Daftar bahan.

Pertemuan 4 (2 JP)
Mulai Berkarya
Peserta didik mulai membuat:
rantai
bunga
bendera
hiasan gantung
Guru mengamati proses kerja sama.

Pertemuan 5 (2 JP)

Melanjutkan Produksi
Kelompok menyelesaikan sebagian besar dekorasi.
Melakukan evaluasi hasil sementara.

Pertemuan 6 (2 JP)

Refleksi Minggu Pertama
Setiap kelompok menceritakan:
kesulitan
keberhasilan
rencana minggu berikutnya.

2) Minggu Kedua

Pertemuan 7 (2 JP)
Melanjutkan pembuatan dekorasi.

Pertemuan 8 (2 JP)
Memasang dekorasi pada kelas.

Pertemuan 9 (2 JP)
Penyempurnaan hasil karya.

Pertemuan 10 (2 JP)
Presentasi kelas.
Kelompok menjelaskan: ide, makna dekorasi, cara pembuatannya

Pertemuan 11 (2 JP)

Gallery Walk.
Seluruh kelas saling mengunjungi.
Memberikan apresiasi.
Memberikan masukan.

Pertemuan 12 (2 JP)
Refleksi.
Perayaan sederhana.
Dokumentasi.

H. DIFERENSIASI ANTARFASE [sesuaikan dengan fase Bapak dan Ibu]

Fase A

(Kelas I-II), Fokus pada:
menggunting, menempel, mewarnai, melipat, mengikuti contoh,

Produk sederhana.

Guru memberikan contoh lebih banyak.

Fase B

(Kelas III-IV)

Peserta didik mulai:

merancang sendiri

memilih bahan

membagi tugas

menjelaskan hasil karya.

Guru berperan sebagai fasilitator.

Fase C

(Kelas V-VI)

Peserta didik diberi keleluasaan:

menentukan konsep

mengatur pembagian kerja

menggunakan barang bekas

menghitung kebutuhan bahan

menyusun jadwal kelompok

mempresentasikan hasil.

Guru hanya memberi umpan balik.

I. PENGUATAN LINTAS MATA PELAJARAN

Bahasa Indonesia (Presentasi hasil karya, Menulis slogan, Membuat narasi)

Matematika (Mengukur, Menghitung kebutuhan bahan, Membuat pola)

IPAS (Pemanfaatan barang bekas, Pelestarian lingkungan)

Seni Rupa (Desain, Komposisi warna, Keseimbangan)

Pendidikan Pancasila (Gotong royong, Musyawarah, Nasionalisme)

J. PERAN GURU

Guru menjadi fasilitator yang:

  • memancing ide;
  • mengajukan pertanyaan terbuka;
  • membimbing diskusi;
  • memastikan seluruh peserta didik terlibat;
  • memberi umpan balik selama proses;
  • mendokumentasikan perkembangan belajar.

K. REFLEKSI

Refleksi Peserta Didik

Contoh pertanyaan:

  • Apa yang paling saya sukai dari kegiatan ini?
  • Apa kesulitan yang saya alami?
  • Bagaimana saya membantu kelompok?
  • Apa yang ingin saya perbaiki?
  • Apa makna merah putih bagi saya?

Refleksi Guru

  • Apakah semua peserta didik aktif?
  • Apakah pembagian tugas berjalan baik?
  • Apakah kegiatan memberi ruang kreativitas?
  • Apa yang perlu diperbaiki pada pelaksanaan berikutnya?
  • Bagaimana perkembangan dimensi Profil Lulusan peserta didik?

Baca Juga: Menyusun Tujuan Pembelajaran Kokurikuler dan Modul Ajar

Demikian contoh Modul Ajar Kokurikuler yang dapat dijadikan inspirasi untuk dilaksanakan di sekolah. Modul ini tentu bukan dokumen yang kaku, Bapak/Ibu Guru dapat dikembangkan sesuai karakteristik satuan pendidikan, kondisi peserta didik, potensi lingkungan, dan kreativitas guru.

Dengan mengusung satu tema yang sama di tingkat sekolah, setiap kelas tetap memiliki ruang untuk menghasilkan karya yang berbeda sesuai fase dan tingkat perkembangannya.

Lalu, bagaimana cara melakukan penilaian agar sesuai dengan semangat pembelajaran kokurikuler Kemendikdasmen?

Kita akan membahasnya secara khusus pada artikel berikutnya, lengkap dengan contoh rubrik, format penilaian, serta cara menyusun deskripsi hasil belajar peserta didik. KLIK!

Semoga bermanfaat dan selamat berkarya bersama anak-anak menyambut Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.***

Musi Rawas, 30 Juli 2026

Salam Literasi,

PakD

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.