bahasa

Pelukan untuk Rindu

Cerita pendek ini sudah dipublikasikan dalam bentuk buku oleh Admin blog ini. Terima kasih atas kunjungan dan dukungannya.

Salam.

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

14 thoughts on “Pelukan untuk Rindu

  • Sudah mirip sinetron. Keren amat nih cerpennya Pak D. Rindu yang sabar ya…

  • Ceritanya mengalir, ringan dan penuh makna. Ditunggu cerpen berikutnya

  • Cerita yg menarik.. Serasa ikut terhanyut dalam cerita

  • Cerpen yang biru. Cerpen yang menguras emosi dari awal hingga akhir. Rindu yang merindukan ibunya, benar-benar keren cerpennya. Mungkin untuk penulisan kalimat teks intraguirer( kalo bhs Pak Benny Arnas) memang harus terus diasa. Seperti kata rajin membaca dan rajin belajar kalo menurut saya mempunyai konotasi yang sama nggak pak??.

    Tahniah Pak, ditunggu cerpen selanjutnya.

  • Pak D kok pinter membuat cerpen mengharu biru. Elok…..

  • Pak D … layar HP-ku buram tertutup bulir-bulir air mata yang tertahan tumpah.

  • Dan bukir bening di sudut mataku akhirnya jatuh juga Pak D .. . Selamat cerpen yang bagus. Pembaca bisa terbawa haru..

  • Rindu yang tegar, bunda Rahayu yang sangat peduli dengan Rindu. Cerita yang sangat menarik sekali

  • “Pak Indra nangis? ” tanya rekan sejawat yang melihat saya.
    “Tulisan yang saya baca membuat saya harus, Bu” Jawab saya singkat…

    Terimakasih untuk ceritanya Pak D.
    Sehat selalu yaaa

  • Ku juga Rindu, akan senyumnya..

  • Saya juga rindu Bundaku Pak De
    Seperti Rindu..

  • Luar biasa menghanyutkan pembaca .
    Terhanyut dengan rindu. Ceritanya Enak di baca . Tiba tiiba selesai.
    Di tunggu cerita rindu berikutnya.

Comments are closed.