bahasa

Perpustakaanku Buka Kembali

http://www.freepik.com Designed by upklyak

Cerpen anak kali ini tentang perpustakaan. Tema “perpustakaan” menjadi tema yang harus ditulis oleh anggota Lagerunal (Cakrawala Blogger Guru Nasional) pada even #KamisMenulis. Yuk, disimak!

Perpustakaanku Buka Kembali

Halo, namaku Naila. Nama lengkapku Naila Azzahra. Tahun ini aku duduk di kelas enam. Aku senang sekali. Tahun kemarin, di kelas lima, kami belajar daring. Lalu, belajar tatap muka. Akan tetapi, waktu belajarku di sekolah sangat sebentar. Kata bu guru, kami belajar tatap muka terbatas.

Aku punya hobi membaca. Apalagi buku cerita. Akan tetapi, sejak musim Corona perpustakaan di sekolahku tidak buka. Pada waktu belajar tatap muka terbatas, perpustakaan di sekolahku belum melayani peminjaman. Ibu penunggu perpustakaan pun tidak selalu hadir di sekolah. Kabarnya, beliau memiliki adik bayi. Aku membayangkan, adik bayi ibu petugas perpustakaan pasti butuh banyak perhatian. Seperti adikku dahulu.

Orang tuaku bukan orang kaya. Jadi, mereka tidak bisa membelikanku buku cerita. Untunglah, Pak Eko baik hati. Ketika aku di kelas lima, aku numpang membaca dengan kakak kelas enam. Kakak kelas enam dipinjami buku bacaan oleh Pak Eko, guru kelas enam. Buku cerita yang Pak Eko pinjamkan adalah buku cerita yang dikarang anak-anak seusiaku. KKPK, begitu tulisan yang tertera di sudut atas buku cerita yang dipinjam kakak kelasku.

KKPK singkatan dari Kecil Kecil Punya Karya. Pengarangnya anak-anak yang usianya baru sepuluh hingga empat belas tahun. Cerita pada buku itu bagus-bagus. Dulu, aku pinjam dengan kakak kelas enam. Sekarang aku sudah duduk di kelas enam. Guru kelasku pun masih sama, Pak Eko.

“Pak Eko, boleh saya pinjam buku cerita seperti kakak-kakak kelas dulu?” harapku dalam hati.

Keinginan itu sementara ini pupus. Sebab, perpustakaan sekolahku sekarang buka kembali. Minggu pertama kami bersekolah, perpustakaan sekolah sudah buka. Kami sudah diperbolehkan meminjam buku di sana.

“Naila, kita sudah boleh pinjam buku di perpustakaan lagi,” kata Irma. Ia mengirim pesan melalui WA mamaku. Mama yang memberitahu.

Aku hanya bisa mengangguk lemah. Ketika mataku terpejam, aku membayangkan perpustakaanku sudah ramai. Adik-adik kelas dua dan kelas satu baru pasti berlari berkejar-kejaran. Mereka mengira perpustakaan yang bagian tengahnya dibentangkan karpet berwarna hijau adalah tempat mereka bermain kejar-kejaran.

“Mama, Naila mau makan,” kataku lirih kepada mama.

“Naila, alhamdulillah! Kamu mau makan, Sayang.” Aku mendengar mamaku berkata penuh kegirangan. Mama mencium keningku dan bergegas mengambil makanan. Aku tidak tahu apakah perutku mau menerima makanan. Aku pun tidak ingat sudah berapa hari aku tidak makan. Hari keempat masuk sekolah, aku merasa badanku melayang. Jauh, jauh sekali ke awan dan selang ini sudah hampir seminggu menancap di lenganku.


Musi Rawas, Kamis, 21 Juli 2022
PakDSus

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

7 thoughts on “Perpustakaanku Buka Kembali

Comments are closed.