bahasa

Capek di Malam Pengantin

Ilustrasi Ega dan Elan (Dok. WA Grup KKG Kab. Musi Rawas)

Hari ini adalah hari bahagia bagi Ega dan Elan. Kedua pasangan oleh sang perias pengantin dibawa ke pelaminan setelah melangsungkan ijab dan qabul pada pukul tujuh pagi tadi. Hari ini ada sepuluh pasang pengantin yang harus dicatat pernikahannya oleh Penghulu dari Kantor Urusan Agama Kecamatan. Oleh karena orang tua Ega sudah cukup lama melapor maka mereka diberi kesempatan menikahkan puterinya pada kesempatan pertama.

Awal duduk di pelaminan, mereka tampak malu-malu. Terutama pengantin puteri. Gadis yang berhasil dirayu teman-temannya untuk mau berjodoh dengan sesama guru yang sekarang berada di sampingnya tampak tersipu. Namun, pemandangan kontras terjadi sebaliknya pada siang hari. Setelah berganti baju pengantin berwarna merah, suasana lebih relaks, mereka berdua tampak memegang gawai dan membaca bersama. Tentu momen itu tidak disia-siakan teman-temannya yang suka meledek pengantin baru. Gambar itu pun diunggah di grup dan menjadi bulan-bulanan rekan mereka yang lebih dahulu berumah tangga.

Ditunggu hingga petang, hanya sebaris kalimat dituliskan: terima kasih bpk/ibu semuanya, mohon maaf tdk bisa blas satu persatu. Pesan singkat penuh singkatan menjadi satu-satunya komentar dari sang pengantin. Barulah pada keesokan hari, grup dibuat heboh. Pengantin puteri yang selama ini terkenal pendiam menulis status. Capeknya malam ini, buka-bukaan dengan Mas Elan hingga pagi. Kolom chat digulung hingga ke bawah: bukain amplop kalian!      

Musi Rawas, Kamis, 14 Juli 2022

Momen bahagia rekan muda. Semoga menjadi keluarga SAMAWA.

PakDSus

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

5 thoughts on “Capek di Malam Pengantin

Comments are closed.