Refleksi
Tanggal 1 September, pembuka hari bulan kesembilan., Tidak ada tulisan. Hari ini, 2 September 2025 mestinya blog ini harus senantiasa berisi.
Baiklah, sebagai pembuka saya mengutip catatan harian seorang penggiat literasi, anggota RVL (Rumah Virus Literasi), Ibu Daswatia Astuti (Telly D.). Beliau menulis:
2 September 2025
Menulis bukan sekadar kata, tapi refleksi diri. Setiap kalimat yang kita tulis membantu memahami pikiran lebih jelas (writing as thinking). Telly D.
Indah sekali, bukan, kalimat reflektif beliau? Memang benar: menulis bukan hanya aktivitas menuangkan kata, melainkan jalan untuk bercermin, serta menyusun ulang benang pikiran yang terkadang kusut. Dengan menulis berarti saya sedang berbicara kepada diri sendiri. Dengan memublikasikannya tulisan itu dapat dilihat, dibaca, direnungi, dan dikritisi.
Dengan menulis, saya belajar. Belajar memahami diri, merangkai ide, dan mengomunikasikan kepada orang lain: Apakah buah pemikiran ini dapat dipahami dengan baik?
Mari, kita terus menulis!

